Sabtu, 08 Desember 2018

PROPOSAL TUGAS AKHIR TEKNIK SIPIL


ANALISA KINERJA SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI PDAM MAGELANG MENGGUNAKAN APLIKASI EPANET 2.0







  

Di susun oleh :
Agisna Nailinnikmah
10316302
3TA06



  


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018




KATA PENGANTAR


Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan anugerah-Nya sehingga penyusun berhasil menyelesaikan Proposal Tugas Akhir yang berjudul “Analisa Kinerja Sistem Jaringan Distribusi PDAM Magelang”. Proposal ini merupkan persyaratan untuk mengajukan penelitian Tugas Akhir, dimana Tugas Akhir merupakan kurikulum program studi teknik sipil untuk mencapai drajad s-1.
Penyusun mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu yang telah membantu menyelesaikan proposal ini baik secara material maupun Spritual dan yang memberikan motivasi sehingga penyusunan proposal ini dapat berjalan dengan baik.
Akhir kata, penyusun menyadari bahwa dalam proposal ini terdapat banyak kekurangan, untuk itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran sangat saya harapkan. Sekian dan terima kasih


Jakarta .............Desember 2018


Penyusun                    

  

BAB I
PENDAHULUAN


1.1     LATAR BELAKANG
Air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia, tanpa air tidak akan ada kehidupan di bumi. Karena pentingnya kebutuhan akan air bersih, maka adalah hal yang wajar jika sektor air bersih mendapatkan prioritas penanganan utama karena menyangkut kehidupan orang banyak. Di daerah perkotaan, sistem penyediaan air bersih dilakukan dengan sistem perpipaan dan non perpipaan. Sistem perpipaan dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan sistem non perpipaan dikelola oleh masyarakat baik secara individu maupun kelompok.
Masyarakat sering mengeluh air yang disalurkan PDAM sering macet, keruh. Masyarakat di beberapa wilayah pelayanan akhirnya hanya menggunakan air PAM untuk mandi dan mencuci. Sedangkan untuk minum dan memasak mereka mengeluarkan uang ekstra untuk membeli AMDK (Air Minum Dalam Kemasan).
PDAM kota Magelang mempunyai masalah yang sama yaitu tingkat pelayanan (coverage level) yang rendah dan tingkat kehilangan air (uncounted water) yang tinggi. Tingkat kebocoran Perusahaan Air Minum di Indonesia rata-rata diatas 30%.
Disamping permasalahan-permasalahan yang timbul dalam sistem penyediaan air minum, PDAM juga menghadapi tantangan untuk meningkatkan kinerja sistem dalam rangka mengatasi peningkatan konsumsi air masyarakat. Konsumsi air akan selalu mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan populasi.

1.2     Maksud dan Tujuan
Maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kinerja sistem distribusi air minum yang telah dilakukan oleh PDAM Magelang dalam memenuhi kebutuhan air minum di Kota Magelang.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.1    Menganalisa kualitas dan kuantitas air bersih yang dihasilkan oleh PDAM Magelang dibandingkan dengan besarnya kebutuhan air bersih masyarakat di lingkungan Kota Magelang.
1.2    Menganalisa faktor-faktor persyaratan yang harus terpenuhi agar suatu sistem distribusi air bersih dapat berjalan, yang meliputi kapasitas tampungan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, debit aliran, kecepatan aliran,dan tekanan.


Untuk melihat lebih lanjut, dapat dilihat pada link berikut;


ANALISA JURNAL


Jurnal Analisis Perbandingan Pondasi Rakit dengan Pondasi Tiang Bor pada Proyek Pembangunan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Brawijaya
Penulis: Lola Kumala Ratri, As’ad Munawir, Arief Rachmansyah

Abstrak
Pondasi merupakan bagian terbawah dari suatu bangunan yang berfungsi meneruskan beban-beban diatasnya, beban-beban yang diterima maupun di dekat permukaan tanah ke tanah di bawahnya. Gedung Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Brawijaya (RSGM UB) merupakan salah satu infrastruktur yang akan dibangun di Universitas Brawijaya, Malang. RSGM UB direncanakan menggunakan pondasi dalam berupa pondasi tiang bor. Pada studi ini dilakukan perencanaan ulang pondasi pada RSGM UB menggunakan pondasi dangkal berupa pondasi rakit.


Hasil dan Pembahasan

Setelah penulis melakukan observasi terhadap proyek pembangunan rumah sakit gigi dan mulut universitas brawijaya, dapat diketahui secara detail dan rinci nilai kuat geser, daya dukung tanah, tegangan pondasi rakit, penurunan pondasi rakit, dan perhitungan biaya konstruksi pondasi rakit. Penulis menyertakan rumus dan tabel yang membuat pembaca mudah untuk memahami perhitungannya.


Kesimpulan

Hasil analisis perbandingan pondasi rakit dengan pondasi tiang bor menghasilkan kesimpulan bahwa nilai daya dukung ijin tanah dan tegangan netto pondasi tanah di bawah nilai kapasitas dukung ijin tanah. Dengan demikian tanah aman terhadap keruntuhan kapasitas dukung. Nilai penurunan yang didapat masih tergolong besar namun normal terjadi karena beban struktur gedung dan pondasi rakit yang besar. Dari hasil analisis biaya konstruksi pada pondasi bor jauh lebih ekonomis, hal ini sesuai dengan asumsi awal bahwa pondasi rakit akan membutuhkan biaya konstruksi yang mahal.

Kelebihan
1. Penulisan disertai tabel dan perhitungan, sehingga memudahkan pembaca.
2. Kalimat mudah dipahami oleh pembaca.
3. Penulisan sangat detail dan sistematis.

Kekurangan
1. Ada sedikit huruf yang kurang dalam suatu kata atau typo.



Jurnal Analisis Perbandingan Pondasi Tiang Pancang dengan Pondasi Tiang Bor pada Proyek Pembangunan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Brawija

Penulis: Mayangsari, As’ad Munawir, Yulvi Zaika


Abstrak

Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Brawijaya (RSGM UB) merupakan salah satu gedung infrastruktur penunjang pendidikan yang berada di Universitas Brawijaya, kota Malang. Konstruksi RSGM UB ini direncanakan menggunakan, pondasi tiang bor. Pada studi ini direncanakan ulang menggunakan pondasi tiang pancang. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui perencanaan tiang pancang, mendapatkan pondasi yang lebih efisien dan ekonomis diantara pondasi tiang pancang dan tiang bor, dengan cara membandingkan biaya yang dibutuhkan, serta pondasi manakah yang lebih cepat proses penyelesaiannya. 

Hasil dan Pembahasan

Setelah penulis melakukan observasi terhadap proyek pembangunan rumah sakit gigi dan mulut universitas brawijaya menggunakan perbandingan antara pondasi tiang pancang dengan pondasi tiang bor, dapat diketahui secara detail dan rinci nilai daya dukung menggunakan data laboratorium, daya dukung menggunakan data laboratorium SPT, perhitungan efisiensi tiang, penurunan tiang, dan daya dukung lateralnya. Penulis menyertakan rumus dan tabel yang membuat pembaca mudah untuk memahami perhitungannya. 


Kesimpulan

Hasil analisis perbandingan pondasi rakit dengan pondasi tiang bor menghasilkan kesimpulan bahwa dari hasil perbandingan kedua pondasi tersebut berdasarkan efisiensi biaya maka pondasi tiang pancang lebih efisien dan ekonomis dibandingkan pondasi tiang bor. Dalam proses pelaksanaannya pondasi tiang bor lebih cepat dibandingkan tiang pancang.

Kelebihan
1. Penulisan disertai tabel dan perhitungan, sehingga memudahkan pembaca.
2. Kalimat mudah dipahami oleh pembaca.
3. Penulisan sangat detail dan sistematis.

Kekurangan
1. Ada kesalahan penulisan di beberapa kata.




Jurnal Dampak Rencana Akses Jalan Tol Pandaan-Malang Terhadap Jalan Asrikaton, Ampeldento, Sekarpuro, dan Ki Ageng Gribig
Penulis: Moch. Ilham Dwiyulianto, Maulana Rizky Akbar, Hendi Bowoputro, S.T., M.T., Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D

Abstrak
Pada jurnal ini penulisan abstrak sudah lengkap yaitu terdapat latar belakang, tujuan, metode, hasil dan kesimpulan. Penulis sudah menjelaskan secara lengkap, jelas dan padat mengenai isi jurnal pada bagian ini. Data yang diambil oleh penulis dilakukan dengan dua metode yaitu metode traffic counting dan metode wawancara langsung. Dari hasil analisis didapat bahwa kinerja ruas dan simpang eksisting di daerah studi buruk dan memiliki waktu tunda yang berlebihan sehingga disarankan dilakukan perbaikan geometri dan manajemen lalu lintas kembali.

Hasil dan Pembahasan
Pada bagian ini, penulis mengidentifikasi berbagai risiko beserta hasil penilaian risiko yang mungkin terjadi pada proyek pembangunan, serta mengidentifikasi agen risiko/ penyebab risiko. Penulis dengan detil menjelaskan mengenai peringkat kejadian risiko beserta agen risiko dan pola hubungan seperti apa yang terjadi diantara keduanya. Dengan berbagai metode yang dilakukan penulis, akhirnya penulis mendapatkan hasil bahwa kejadian risiko dengan peringkat tertinggi adalah proses pengadaan sumberdaya yang terhenti dan belum adanya penjadwalan ulang. Berdasarkan seluruh kejadian risiko dan agen risiko yang telah diteliti, penulis juga membuat aksimitigasi untuk menangani kejadian-kejadian tersebut.

Kesimpulan
Penulis menjelaskan kesimpulan jurnal dengan menerangkan pemodelan bangkitan dan tarikan berdasarkan prediksi kendaraan berat, kinerja lalu lintas eksisting, dan dampak yang ditimbulkan dari adanya pembangunan.

Kelebihan
1. Termasuk jenis penulisan yang baik karena penulis dapat memberikan solusi yang jelas untuk setiap permasalahan yang ada.
2. Kalimat yang digunakan mudah dipahami.
3. Disertai dengan diagram dan tabel sehingga percobaan tersebut dapat dipahami dengan mudah.

Kekurangan
1. Kurangnya perhitungan yang disertakan.
2. Tata bahasa yang kurang benar.



Dampak Perubahan Status Jalan L.A Sucipto-Jalan Raya Bugis dari Jalan Kota menjadi Jalan Nasional

Penulis: Lolo Karina Cibro, Hendi Bowoputro, Achmad Wicaksono

Abstrak
Pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang mengakibatkan perubahan jalur yang dilalui truk. Perubahan jalur ini yang akan mengaibatkan perubahan beban lalu lintas terhadap ruas jalan L.A Sucipto- Jalan Raya Wendit Barat- Jalan Raya Bugis dan memberikan dampak pada tingkat pelayanan lalu lintas. Bertambahnya volume lalu lintas dapat menyebabkan kemacetan, tundaan dan lain sebagainya, sehingga mengganggu aktivitas warga sekitar dan khususnya pengguna jalan. Untuk itu, diperlukan Analisis Dampak perubahan status jalan dalam rangka meninjau pengaruh pergerakan lalu lintas baru terhadap sistem jaringan jalan yang sudah ada dan setelah adanya pergerakan baru akibat pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang.


Hasil dan Pembahasan
Pada bagian ini, penulis mengidentifikasi hasil dari data yang didapatkan dan memberikan grafik yang membuat pembaca mudah untuk memahami apa yang penulis tuju. Data yang disertakan pun cukup rinci dan sistematis.

Kesimpulan
Hasil analisis dampak yang terjadi akibat beroperasinya jalan tol pandaan-malang menghasilkan kesimpulan bahwa akibat pembangunan jalan tol pandaan-malang, jaringan jalan yang ditinjau mengalami perubahan kinerja. Beberapa langkah yang dibuat oleh penulis untuk meminimalkan dampak yaitu manajemen lalu lintas, perubahan geometri, dan pengatur waktu siklus.  

Kelebihan
1. Adanya data dan grafik yang memudahkan pembaca memahaminya.
2. Penjelasan yang detail dan rinci.
3. Tata penulisan yang rapi.

Kekurangan
1. Tidak adanya penjelasan mengenai batasan masalah penulisan jurnal.



Aplikasi Metode Time Cost Trade Off untuk Mengoptimalkan Waktu dan Biaya Pekerjaan Proyek pada Pembangunan Gedung Pengairan Universitas Brawijaya

Penulis: Bayu Indra Laksana, Indradi Wijatmiko, M Hamzah Hasyim

Abstrak

Pada bagian abstrak, penulis sudah cukup jelas dalam menjelaskan latar belakang masalah penulisan jurnal tersebut. Tujuan dari jurnal tersebut yaitu untuk mengatasi keterlambatan pengerjaan serta dapat mengatasi  biaya minimum yang dikeluarkan.

Hasil dan Pembahasan
Pada bagian ini, penulis mengidentifikasi data umum proyek pembangunan gedung pengairan serta waktu pelaksanaannya dengan sangat rinci dan detail sehingga pembaca memahami apa yang dituju. Grafik yang diberikan sudah sangat rinci.

Kesimpulan
Hasil analisis pengaplikasian metode time cost trade off  menghasilkan kesimpulan bahwa penggunaan metode penambahan tenaga kerja lebih efisien daripada penambahan jam kerja (lembur). Namun kesimpulan yang disajikan penulis kurang lengkap, ada beberapa kata yang terpotong.

Kelebihan
1. Adanya perhitungan yang memudahkan pembaca.
2. Penjelasan yang rinci dan terurai dengan baik.

Kekurangan
1. Penulisan kurang rapi.
2. Adanya kesalahan penulisan atau typo.

Jumat, 09 November 2018

STUDI KASUS TEKNIK SIPIL



PENGGUNAAN MATERIAL KONSTRUKSI GEOLOGI












Di susun oleh :
Agisna Nailinnikmah
10316302
3TA06










JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018






BAB I
PENDAHULUAN


1.1     LATAR BELAKANG
Geologi rekayasa atau Geologi Teknik adalah penerapan ilmu geologi dalam praktik rekayasa untuk tujuan menjamin faktor-faktor geologi yang memengaruhi lokasi, disain, konstruksi, operasi dan perawatan pekerjaan rekayasa telah dikenali dan diperhitungkan dengan matang. Penelitian geologi rekayasa dapat dilakukan pada waktu perencanaan, analisis dampak lingkungan, disain rekayasa sipil, rekayasa optimasi dan tahapan konstruksi proyek umum dan swasta, serta pada tahap setelah konstruksi dan penyelidikan proyek. Penelitian geologi rekayasa dilakukan oleh seorang ahli geologi atau ahli geologi rekayasa terdidik, tenaga profesional yang terlatih dan memiliki kemampuan untuk mengenali dan menganalisis bahaya geologi serta kondisi geologi yang merugikan. Keseluruhan tujuan tersebut adalah untuk melindungi jiwa dan harta benda dari kerusakan serta solusi untuk masalah-masalah geologi. Ahli geologi rekayasa menyelidiki dan memberikan pertimbangan, analisis, dan disain
dari sudut pandang geologi dan geoteknik. Pekerjaan yang dilakukan oleh ahli geologi rekayasa mencakup; penyelidikan bahaya geologi, geoteknik, sifat-sifat materi, stabilitas longsoran dan lereng, erosi, banjir, kekeringan, dan seismik, dll. Materiaal-material konstruksi yang bersifat geologi adalah material tanah dan batuan yang digunakan untuk berbagai keperluan konstruksi.

1.2     Tujuan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memahami tentang geologi rekayasa, penggunaan material dan faktor yang berperan dalam material konstruksi geologi.



File lengkap dapat di download di link berikut:




TEKNIK PENULISAN YANG BAIK



MAKALAH TEKNIK PENULISAN YANG BAIK




  






Di susun oleh :
Agisna Nailinnikmah
10316302
3TA06







JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018





BAB I

PENDAHULUAN


A.           Latar Belakang
Dalam proses perkuliahan sudah menjadi hal yang biasa ketika mahasiswa mendapatkan tugas untuk membuat makalah. Tentu hal ini ada yang menjadikan beban tetapi ada juga yang justru menjadikan tugas tersebut menjadi hal yang menyenangkan. Lalu, apakah dapat diartikan bahwa membuat makalah itu hanya bisa dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai bakat sejak lahir ? apakah membuat makalah  itu hanya bisa dikerjakan oleh mahasiswa-mahasiswa yang lulusannya dari SMA terfavorit ? apakah membuat makalah itu hanya bisa dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa yang kecerdasannya diatas rata-rata ? jawabannya tidak.
Membuat makalah atau menulis bisa dipelajari dengan mudah dan cepat, karena semua ilmu sepanjang ada teorinya itu bisa dipelajari termasuk membuat makalah.
Namun, meskipun ada teorinya. Tidak sedikit mahasiswa baru yang harus berfikir keras bahkan sampai menghalalkan segala cara untuk mengerjakan tugas makalah. Mulai dari copy paste sampai makalah pesanan siap saji. Ini menjadi kesempatan luar biasa ketika mahasiswa baru yang datang dengan semua latar belakang dan bisa diakomodir dalam sebuah pelatihan untuk membekali mereka 4 tahun kedepan.
Semua ini tidak akan sia-sia saat kesempatan ini dimanfaatkan dengan maksimal. Menulis atau membuat makalah merupakan salah satu bentuk expresi dari seorang mahasiswa dalam upaya melestarikan budaya akademik. Namun sayangnya, lagi-lagi tidak sedikit mahasiswa mengeluhkan dengan tugas-tugas ilmiah dengan alasan susah, banyak aturan dan banyak alasan lain yang cuma alibi buat mereka yang malas. Inilah yang menjadi orientasi penulis untuk memberikan penjelasan teori dalam membuat makalah yang cepat  dan lebih mudah.

B.            Rumusan Masalah
Dalam makalah ini, penulis merumuskan masalah yang akan dibahas sebagai berikut:
1.        Apa yang dimaksud dengan makalah ?
2.        Bagaimana langkah-langkah dalam pembuatan makalah ?
3.        Bagaimana format penulisan makalah ?
4.        Bagaimana tehnik penulisan makalah ?

C.           Tujuan Penulisan
1.        Supaya mahasiswa mengetahui pengertian dari makalah
2.        Supaya mahasiswa memahami langkah-langkah dalam pembuatan makalah
3.        Supaya mahasiswa memahami alur penulisan makalah yang benar
4.    Supaya mahasiswa memahami proses pembuatan makalah berdasarkan tehnik penulisan makalah yang benar


File lengkap dapat di download di link berikut:



Jumat, 19 Oktober 2018

JURNAL TEKNIK SIPIL


PERANAN MANAJEMEN K3 DALAM
PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA KONSTRUKSI


Bambang Endroyo
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES)


ABSTRAK
Satu dari beberapa karakteristik proyek konstruksi yaitu mempunyai resiko yang tinggi terhadap kecelakaan. Dengan semakin banyaknya penggunaan alat-alat kerja yang canggih, walaupun telah dilengkapi dengan sistem keamanan, resiko kecelakaan tetap semakin besar. Selanjutnya sesuai teori Maslow, kebutuhan rasa aman akan muncul setelah kebutuhan tingkat pertama (phisik dan biologis) terpenuhi, sehingga mulai sekarang keselamatan merupakan hal yang harus diusahakan pemenuhannya. Teori lama menganggap bahwa kecelakaan terjadi karena kesalahan pekerja (individual). Sekarang, kecelakaan dianggap akibat dari faktor organisasi dan manajemen yang salah. Sejalan dengan teori-teori terbaru, maka peran manajemen sangat berarti dalam pencegahan kecelakaan. Dalam tulisan ini, peran manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dibahas dari fungsi-fungsi manajemen, sumber-sumber daya yang digunakan, dan aspek lain yang relevan.

Kata kunci: keselamatan kerja, kecelakaan konstruksi, manajemen, organisasi




File lengkap dapat di download di link berikut:

Rabu, 11 April 2018

RISET OPERASI 2


RISET OPERASI
OPTIMASI WAKTU YANG DIBUTUHKAN PADA PEMBANGUNAN STADION DI DAERAH PALEMBANG DAN MAKASSAR








Di susun oleh :
Agisna Nailinnikmah
10316302
2TA06






JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018






1.    Latar Belakang
Pembangunan adalah semua proses perubahan yang dilakukan melalui upaya-upaya secara sadar dan terencana untuk memperbaiki berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pembangunan itu sendiri berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan merupakan salah satu hal yang mempunyai peranan penting karena menjadi fasilitas penting bagi manusia agar dapat mencapai suatu daerah yang ingin dicapai.
Stadion adalah fasilitas olahraga yang dipergunakan untuk melangsungkan sebuah pertandingan sepak bola dan atau atletik serta fasilitas untuk penontonnya. Stadion adalah sebuah bangunan yang umumnya digunakan untuk menyelenggarakan acara olahraga dan konser, di mana di dalamnya terdapat lapangan atau pentas yang dikelilingi tempat berdiri atau duduk bagi penonton.

2.    Tujuan
Tujuan penulisan ini adalah untuk:
1. Menghitung berapa waktu yang dibutuhkan dalam pembangunan stadion.
2. Mengetahui berapa stadion yang akan dibangun.

3.    Batasan Masalah
Batasan masalah yang dibahas dalam penulisan makalah ini adalah:
1. Menghitung berapa stadion yang akan dibangun di palembang dan makassar.
2.  Mengetahui lamanya waktu maksimum yang dibutuhkan untuk mengerjakan
     pembangunan di 2 lokasi.
3.  Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi adalah dengan
     menggunakan metode simpleks.

4.    Landasan Teori
Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah metode simpleks. Metode simpleks merupakan prosedur algoritma yang digunakan untuk menghitung dan menyimpan banyak angka pada iterasi-iterasi yang sekarang dan untuk pengambilan keputusan pada iterasi berikutnya. Metode simpleks merupakan suatu metode untuk menyelesaikan masalah-masalah program linear yang meliputi banyak pertidaksamaan dan banyak variabel. Dalam menggunakan metode simpleks untuk menyelesaikan masalah- masalah program linear, model program linear harus diubah ke dalam suatu bentuk umum yang dinamakan ”bentuk baku”. Ciri-ciri dari bentuk baku model program linear adalah semua kendala berupa persamaan dengan sisi kanan non negatif, fungsi tujuan dapat memaksimumkan atau meminimumkan.
Salah satu teknik penentuan solusi optimal yang digunakan dalam pemrograman linier adalah metode simpleks. Penentuan solusi optimal menggunakan metode simpleks didasarkan pada teknik eleminasi Gauss Jordan. Penentuan solusi optimal dilakukan dengan memeriksa titik ekstrim satu per satu dengan cara perhitungan iteratif. Sehingga penentuan solusi optimal dengan simpleks dilakukan tahap demi tahap yang disebut dengan iterasi. Iterasi ke-i hanya tergantung dari iterasi sebelumnya.

5.    Metode Penelitian
Tahapan dalam menyelesaikan program linear dengan metode simpleks:
1. Periksa apakah tabel layak atau tidak. Kelayakan tabel simpleks dilihat dari solusi (nilai kanan). Jika solusi ada yang bernilai negatif, maka tabel tidak layak. Tabel yang tidak layak tidak dapat diteruskan untuk dioptimalkan.
2. Tentukan kolom pivot. Penentuan kolom pivot dilihat dari koefisien fungsi tujuan (nilai di sebelah kanan baris z) dan tergantung dari bentuk tujuan. Jika tujuan maksimisasi, maka kolom pivot adalah kolom dengan koefisien paling negatif. Jika tujuan minimisasi, maka kolom pivot adalah kolom dengan koefisien positif terbesar. Jika kolom pivot ditandai dan ditarik ke atas, maka kita akan mendapatkan variabel keluar. Jika nilai paling negatif (untuk tujuan maksimisasi) atau positif terbesar (untuk tujuan minimisasi) lebih dari satu, pilih salah satu secara sembarang.
3. Tentukan baris pivot. Baris pivot ditentukan setelah membagi nilai solusi dengan nilai kolom pivot yang bersesuaian (nilai yang terletak dalam satu baris). Dalam hal ini, nilai negatif dan 0 pada kolom pivot tidak diperhatikan, artinya tidak ikut menjadi pembagi. Baris pivot adalah baris dengan rasio pembagian terkecil. Jika baris pivot ditandai dan ditarik ke kiri, maka kita akan mendapatkan variabel keluar. Jika rasio pembagian terkecil lebih dari satu, pilih salah sau secara sembarang.
4. Tentukan elemen pivot. Elemen pivot merupakan nilai yang terletak pada perpotongan kolom dan baris pivot.
5. Bentuk tabel simpleks baru. Tabel simpleks baru dibentuk dengan pertama sekali menghitung nilai baris pivot baru. Baris pivot baru adalah baris pivot lama dibagi dengan elemen pivot. Baris baru lainnya merupakan pengurangan nilai kolom pivot baris yang bersangkutan dikali baris pivot baru dalam satu kolom terhadap baris    lamanya yang terletak pada kolom tersebut.

6.    Pembahasan/ Analisis
  Di daerah palembang dan makassar akan dibangun sebuah stadion. Perhitungan yang digunakan dengan cara metode simpleks.
Kebutuhan
Lokasi Per Stadion
Maksimum Penyediaan
Palembang
Makassar
Alat Berat
40
10
100 alat
Tenaga Kerja
30
50
160 orang

Kedua lokasi tersebut memberi waktu selama 90 hari untuk daerah Palembang dan 120 hari untuk daerah Makassar. Tentukan berapa banyaknya stadion yang akan dibuat dan berapa lama waktu pengerjaan di 2 lokasi tersebut.
Jawab:
·          40X + 10Y + S1 = 100    è        S1 = 100 – 40X – 10Y
·          30X + 50Y + S2 = 160    è        S2 = 160 – 30X – 50Y

Langkah-langka penyelesaian:
Langkah 1 : Buat model matematis
Faktor tujuan è 90X + 120Y + 0S1 + 0S2
Faktor kendala è 1. 40X + 10Y + S1 + 0S2 = 100
                 2. 30X + 50Y + 0S1 + S2 = 160
Integer X1, X2 ≥ 0

Langkah 2 : Membuat tabel simpleks
BV
CV
X
Y
S1
S2
Rasio
S1
100
40
10
1
0

S2
160
30
50
0
1

Z
0
-90
-120
0
0

Tabel 1: Tabel Simpleks

Langkah 3 : Menetukan baris dan kolom kunci sebagai dasar iterasi
·         Kolom kunci ditentukan oleh nilai negatif terbesar
·         Baris kunci ditentukan oleh nilai rasio terkecil
·         Elemen pivot adalah pertemuan antara baris dan kolom kunci
·         Rasio merupakan hasil dari perbandingan CV dengan kolom kunci diluar Z.

BV
CV
X
Y
S1
S2
Rasio
S1
100
40
10
1
0
10
S2
160
30
50
0
1
3,2
Z
0
-90
-120
0
0
0
Tabel 2: Tabel Dasar Iterasi

Langkah 4 : Iterasi
·         Iterasi ke-1
Ket. Variabel yang masuk sebagai variabel basic adalah Y dan variabel keluar adalah S2
BV
CV
X
Y
S1
S2
Rasio
S1
68
34
0
1
-0,2
2
X
3,2
0,6
1
0
0,02
5,3
Z
384
-18
0
0
2,4
-21,33
Tabel 3: Iterasi ke-1

#Perhitungan elemen baris Y (persamaan pivot baru) adalah perbandingan persamaan pivot lama (elemen baris S2 pada tabel 2) dengan elemen pivot.
#Perhitungan elemen S1 dan Z (persamaan baru) adalah persamaan lama (elemen S1 atau Z pada tabel 2) dikurang dengan hasil kali dari kolom kunci tabel 2 dengan persamaan pivot baru. Contoh: 100 – (10 x 3,2) = 68
Catatan: jika elemen Z masih mengandung nilai negatif maka harus dilakukan iterasi kembali sampai tidak ada nilai negatif pada elemen Z.

·         Iterasi ke-2
BV
CV
X
Y
S1
S2
Rasio
S1
68
34
0
1
-0,2
2
X1
3,2
0,6
1
0
0,02
5,3
Z
384
-18
0
0
2,4
-21,33
Tabel 3: Iterasi ke-1

BV
CV
X1
Y
S1
S2
Rasio
Y
2
1
0
0,03
-0,006

X
2
0
1
-0,018
0,0236

Z
420
0
0
0,54
2,292

Tabel 4: Iterasi ke-2

7.    Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa untuk di daerah palembang dapat dibuat 2 stadion dan di daerah makassar dapat dibuat 2 stadion dalam waktu pengerjaan 420 hari.

8.    Daftar Pustaka
Ardysatria. 2017. Apa yang dimaksud dengan metode simpleks. Available. From URL: https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-metode-simpleks-simplex-method-di-dalam-riset-operasi/14529/2 (Diakses pada tanggal 10 april 2018).
Hakim, ML. ‎2010. Makalah tentang stadion. Available. From URL: http://etheses.uin-malang.ac.id/1370/3/04560002_Bab_1.pdf (Diakses pada tanggal 9 april 2018).
Nafisah, Nur. 2015. Pembangunan yang tidak merata di Indonesia. Available. From URL: https://cookpierun.wordpress.com/2015/11/16/pembangunan-yang-tidak-merata-di-indonesia/ (Diakses pada tanggal 9 april 2018).