Rabu, 28 Maret 2018

RISET OPERASI 1

Nama : Agisna Nailinnikmah
NPM : 10316302
Kelas : 2TA06


"PENERAPAN GANJIL-GENAP DI DAERAH JAKARTA"


1.    Latar Belakang
Kemacetan merupakan salah satu masalah lalu lintas yang dihadapi oleh negara berkembang seperti Indonesia dan biasa terjadi di daerah perkotaan yang padat. Kemacetan sudah menjadi bagian dari ciri khas suatu kawasan pusat perkotaan tertentu dikarenakan waktu terjadinya yang rutin terutama pada waktu-waktu puncak seperti yang biasa dikenal dengan jam pergi kantor, jam pulang kantor, akhir pekan dan hari libur.
Terjadinya kemacetan adalah sebagai akibat dari ketidakseimbangan jaringan lalu lintas yang ada, yaitu adanya penumpukan kendaraan yang menyebabkan kepadatan lalu lintas pada suatu jaringan jalan tertentu menjadi tinggi sehingga arus lalu lintas menjadi tersendat bahkan terhenti. Salah satu upaya untuk menyeimbangkan jaringan lalu lintas supaya arus lalu lintas menjadi optimal yaitu dengan melakukan rekayasa lalu lintas di titik terjadinya kemacetan.
Ada banyak kerugian yang akan ditimbulkan bila terjadi kemacetan di jalan raya. Salah satunya adalah bahan bakar yang harus terbuang sia-sia di jalan raya. Kendaraan yang berjalan pelan akan menghabiskan banyak bahan bakar sia-sia. Selain dengan adanya kerugian bahan bakar yang terbuang sia-sia juga akan ada kerugian waktu. Waktu yang terbuang sia-sia di jalan raya akan menurunkan tingkat produktifitas manusia, dan dampaknya akan mengganggu aktivitas ekonomi yang ada dalam suatu negara.

2.    Tujuan
            Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan ganjil-genap sudah efektif dalam mengurai kemacetan di Jakarta.

3.    Batasan Masalah
Batasan masalah yang dibahas dalam penulisan makalah ini adalah:
1. Dalam pembahasan ini, wilayah yang di kaji adalah Jalan Jenderal Sudirman (Jakarta).
2. Melihat apakah penerapan ganjil-genap efektif untuk mengurai kemacetan atau tidak.

4.    Landasan Teori
Penelitian ini dilakukan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman (Jakarta) yang diberlakukan sistem ganjil-genap apakah efektif atau tidak. Penerapan ganjil-genap sendiri merupakan sistem penerapan yang memberlakukan kendaraan dengan plat nomor belakang ganjil beroperasi di tanggal ganjil, dan nomor genap beroperasi di tanggal genap pada hari kerja. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan dan Transportasi terus berupaya mengurai kemacetan yang terjadi di Jakarta. Berbagai cara dilakukan, salah satunya dengan memberlakukan kebijakan 3 in 1 di beberapa ruas jalan protokol di Jakarta. Namun seiring dengan perkembangannya, kebijakan 3 in 1 sudah tidak relevan dengan kondisi di Ibukota. Berbagai dampak negatif dari kebijakan ini mulai terlihat, khususnya dalam aspek sosial dan ekonomi.
Untuk menyiasati hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta menerapkan kebijakan baru pengganti 3 in 1, yaitu pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan plat nomor ganjil-genap.

5.    Metode Penelitian
A. Linear Programming
Linear programming (program linier) merupakan salah satu teknik penyelesaian riset operasi dalam hal ini adalah khusus menyelesaikan masalah-masalah optimasi (memaksimalkan atau meminimumkan) tetapi hanya terbatas pada masalah-masalah yang dapat diubah menjadi fungsi linier. Demikian pula kendala-kendala yang ada juga berbentuk linier. Secara khusus, persoalan program linier adalah suatu persoalan untuk menentukan besarnya masing-masing nilai variable (variable pengambilan keputusan) sedemikian rupa sehingga nilai fungsi tujuan atau objektif (objective function) yang linier menjadi optimum (maksimum atau minimum) dengan memperhatikan pembatasan-pembatasan (kendala-kendala) yang ada yaitu pembatasan ini harus dinyatakan dengan ketidaksamaan yang linier (linear inequalities).
Terdapat tiga unsur utama yang membangun suatu program linear yaitu (Siswanto, 2007 : 26):
1. Variabel keputusan
Variabel keputusan adalah variabel yang mempengaruhi nilai tujuan yang hendak dicapai. Pada proses pembentukan suatu model, menentukan variabel keputusan merupakan langkah pertama sebelum menentukan fungsi tujuan dan fungsi kendala.
2. Fungsi tujuan
Fungsi tujuan pada model pemrograman linear haruslah berbentuk linear. Selanjutnya, fungsi tujuan tersebut dimaksimalkan atau diminimalkan terhadap fungsi-fungsi kendala yang ada.
3.  Fungsi kendala
Fungsi kendala adalah suatu kendala yang dapat dikatakan sebagai suatu pembatas terhadap variabel-variabel keputusan yang dibuat. Fungsi kendala untuk model pemrograman linear juga harus berupa fungsi linear.
4.  Fungsi non-negative
Fungsi yang menyatakan bahwa setiap variabel yang terdapat di dalam model pemrograman linear tidak boleh negatif.

6.    Pembahasan/ Analisis
           Kemacetan yang tidak dapat dihindari di Ibukota, membuat pemerintah melakukan rekayasa lalu lintas dengan memberlakukan sistem ganjil-genap yang awalnya menerapkan sistem 3 in 1 yang dianggap pemerintah kurang efektif mengurai kemacetan di Ibukota.  Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto menuturkan, penerapan sistem ganjil genap sangat efektif diterapkan. Dibanding dengan 3 in 1, apabila kendaraan menggunakan kaca film tebal pihak kepolisian tidak dapat memantau jumlah penumpang yang terdapat di dalam mobil. Penerapan sistem 3 in 1 pun dapat berdampak negatif dari segi sosial dan ekonomi, karena banyak pihak-pihak yang justru memanfaatkan nya sebagai mata pencarian yang malah siapapun bisa melewati 3 in 1 walaupun penumpang hanya terdiri dari 2 penumpang saja.
Dengan banyaknya kendaraan yang melewati jalan Sudirman selebar 12 m2 dengan ruas jalan 3 lajur, kemacetan masih tetap terjadi di daerah tersebut. Berlaku nya penerapan sistem ganjil-genap, kemacetan di jalur Sudirman berhasil berkurang sampai 20 persen. Dari Data Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang didapat jumlah kendaraan yang melintas adalah sekitar 17.400, padahal biasanya jumlah kendaraan pribadi bisa mencapai 22.000. Apabila banyaknya pengguna kendaraan pribadi beralih ke kendaraan umum, sistem penerapan ganjil-genap akan lebih efektif lagi di terapkan karna sangat mengurangi tingkat kemacetan sampai 40 persen.

7.    Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka disimpulkan bahwa penerapan ganjil-genap sangat efektif diterapkan karena berhasil mengurangi kemacetan hingga 20 persen. Padahal sebelumnya jumlah kendaraan yang biasa melintas sebanyak 22.000 perhari, menjadi sebanyak 17.400 perhari akibat adanya penerapan sistem ganjil-genap.

8.    Daftar Pustaka
JSC. 2016. Penerapan Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta. Availabel. From URL: http://smartcity.jakarta.go.id/blog/84/penerapan-kebijakan-ganjil-genap-di-jakarta (Diakses pada tanggal 20 maret 2018).
Martin Pratama, Akhdi. 2016. Kapolda Metro Nilai Ganjil Genap Efektif Kurangi Kemacetan di Jakarta. Available. From URL: https://megapolitan.kompas.com/read/2016/08/03/19030461/kapolda.metro.nilai.ganjil.genap.efektif.kurangi.kemacetan.di.jakarta (Diakses pada tanggal 20 maret 2018).
Nirmala, Ronna. 2016. Uji Coba Ganjil Genap Kendaraan Berkurang Macet Tetap Ada. From URL: https://beritagar.id/artikel/berita/uji-coba-ganjil-genap-kendaraan-berkurang-macet-tetap-ada (Diakses pada tanggal 20 maret 2018).
Pendidikanku. 2015. Pengertian Riset Operasi dan Definisi. Available. From URL: https://www.pendidikanku.org/2015/07/pengertian-riset-operasi-dan-definisi.html (Diakses pada tanggal 19 maret 2018).