RISET OPERASI
OPTIMASI WAKTU YANG DIBUTUHKAN PADA PEMBANGUNAN
STADION DI DAERAH PALEMBANG DAN MAKASSAR
Di susun oleh :
Agisna
Nailinnikmah
10316302
2TA06
JURUSAN TEKNIK
SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018
1. Latar
Belakang
Pembangunan
adalah semua proses perubahan yang dilakukan melalui upaya-upaya secara sadar
dan terencana untuk memperbaiki berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pembangunan
itu sendiri berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan merupakan
salah satu hal yang mempunyai peranan penting karena menjadi fasilitas penting
bagi manusia agar dapat mencapai suatu daerah yang ingin dicapai.
Stadion
adalah fasilitas olahraga yang dipergunakan untuk melangsungkan sebuah
pertandingan sepak bola dan atau atletik serta fasilitas untuk penontonnya. Stadion
adalah sebuah bangunan yang umumnya digunakan untuk menyelenggarakan acara
olahraga dan konser, di mana di dalamnya terdapat lapangan atau pentas yang
dikelilingi tempat berdiri atau duduk bagi penonton.
2. Tujuan
Tujuan
penulisan ini adalah untuk:
1. Menghitung
berapa waktu yang dibutuhkan dalam pembangunan stadion.
2. Mengetahui
berapa stadion yang akan dibangun.
3. Batasan
Masalah
Batasan
masalah yang dibahas dalam penulisan makalah ini adalah:
1. Menghitung berapa stadion yang akan dibangun di
palembang dan makassar.
2. Mengetahui
lamanya waktu maksimum yang dibutuhkan untuk mengerjakan
pembangunan
di 2 lokasi.
3. Metode yang
digunakan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi adalah dengan
menggunakan
metode simpleks.
4. Landasan
Teori
Metode yang digunakan untuk menyelesaikan
permasalahan tersebut adalah metode simpleks. Metode simpleks merupakan
prosedur algoritma yang digunakan untuk menghitung dan menyimpan banyak angka
pada iterasi-iterasi yang sekarang dan untuk pengambilan keputusan pada iterasi
berikutnya. Metode simpleks merupakan suatu metode untuk menyelesaikan
masalah-masalah program linear yang meliputi banyak pertidaksamaan dan banyak
variabel. Dalam menggunakan metode simpleks untuk menyelesaikan masalah-
masalah program linear, model program linear harus diubah ke dalam suatu bentuk
umum yang dinamakan ”bentuk baku”. Ciri-ciri dari bentuk baku model program
linear adalah semua kendala berupa persamaan dengan sisi kanan non negatif,
fungsi tujuan dapat memaksimumkan atau meminimumkan.
Salah satu teknik penentuan solusi optimal yang
digunakan dalam pemrograman linier adalah metode simpleks. Penentuan solusi
optimal menggunakan metode simpleks didasarkan pada teknik eleminasi Gauss
Jordan. Penentuan solusi optimal dilakukan dengan memeriksa titik ekstrim satu
per satu dengan cara perhitungan iteratif. Sehingga penentuan solusi optimal
dengan simpleks dilakukan tahap demi tahap yang disebut dengan iterasi. Iterasi
ke-i hanya tergantung dari iterasi sebelumnya.
5. Metode
Penelitian
Tahapan
dalam menyelesaikan program linear dengan metode simpleks:
1.
Periksa apakah tabel layak atau tidak. Kelayakan tabel simpleks dilihat dari solusi
(nilai kanan). Jika solusi ada yang bernilai negatif, maka tabel tidak layak. Tabel
yang tidak layak tidak dapat diteruskan untuk dioptimalkan.
2.
Tentukan kolom pivot. Penentuan kolom pivot dilihat dari koefisien
fungsi tujuan (nilai di sebelah kanan baris z) dan tergantung dari bentuk
tujuan. Jika tujuan maksimisasi, maka kolom pivot adalah kolom dengan koefisien
paling negatif. Jika tujuan minimisasi, maka kolom pivot adalah kolom dengan
koefisien positif terbesar. Jika kolom pivot ditandai dan ditarik ke atas, maka
kita akan mendapatkan variabel keluar. Jika nilai paling negatif (untuk tujuan
maksimisasi) atau positif terbesar (untuk tujuan minimisasi) lebih dari satu,
pilih salah satu secara sembarang.
3.
Tentukan baris pivot. Baris pivot ditentukan setelah membagi nilai
solusi dengan nilai kolom pivot yang bersesuaian (nilai yang terletak dalam
satu baris). Dalam hal ini, nilai negatif dan 0 pada kolom pivot tidak
diperhatikan, artinya tidak ikut menjadi pembagi. Baris pivot adalah baris
dengan rasio pembagian terkecil. Jika baris pivot ditandai dan ditarik ke kiri,
maka kita akan mendapatkan variabel keluar. Jika rasio pembagian terkecil lebih
dari satu, pilih salah sau secara sembarang.
4. Tentukan elemen pivot. Elemen pivot merupakan nilai yang terletak pada perpotongan
kolom dan baris pivot.
5. Bentuk tabel simpleks baru. Tabel simpleks baru dibentuk dengan pertama sekali
menghitung nilai baris pivot baru. Baris pivot baru adalah baris pivot lama
dibagi dengan elemen pivot. Baris baru lainnya merupakan pengurangan nilai
kolom pivot baris yang bersangkutan dikali baris pivot baru dalam satu kolom
terhadap baris lamanya yang terletak
pada kolom tersebut.
6. Pembahasan/
Analisis
Di
daerah palembang dan makassar akan dibangun sebuah stadion. Perhitungan yang
digunakan dengan cara metode simpleks.
|
Kebutuhan
|
Lokasi Per
Stadion
|
Maksimum
Penyediaan
|
|
|
Palembang
|
Makassar
|
||
|
Alat Berat
|
40
|
10
|
100 alat
|
|
Tenaga Kerja
|
30
|
50
|
160 orang
|
Kedua
lokasi tersebut memberi waktu selama 90 hari untuk daerah Palembang dan 120
hari untuk daerah Makassar. Tentukan berapa banyaknya stadion yang akan dibuat
dan berapa lama waktu pengerjaan di 2 lokasi tersebut.
Jawab:
·
40X + 10Y + S1 = 100 è S1
= 100 – 40X – 10Y
·
30X + 50Y + S2 = 160 è S2
= 160 – 30X – 50Y
Langkah-langka
penyelesaian:
Langkah 1
: Buat model matematis
Faktor
tujuan è
90X + 120Y + 0S1 + 0S2
Faktor
kendala è
1. 40X + 10Y + S1 + 0S2
= 100
2.
30X + 50Y + 0S1 + S2 = 160
Integer X1,
X2 ≥ 0
Langkah 2 : Membuat tabel simpleks
|
BV
|
CV
|
X
|
Y
|
S1
|
S2
|
Rasio
|
|
S1
|
100
|
40
|
10
|
1
|
0
|
|
|
S2
|
160
|
30
|
50
|
0
|
1
|
|
|
Z
|
0
|
-90
|
-120
|
0
|
0
|
|
Tabel 1: Tabel Simpleks
Langkah 3 : Menetukan baris dan kolom kunci
sebagai dasar iterasi
·
Kolom kunci
ditentukan oleh nilai negatif terbesar
·
Baris kunci ditentukan
oleh nilai rasio terkecil
·
Elemen pivot
adalah pertemuan antara baris dan kolom kunci
·
Rasio merupakan
hasil dari perbandingan CV dengan kolom kunci diluar Z.
|
BV
|
CV
|
X
|
Y
|
S1
|
S2
|
Rasio
|
|
S1
|
100
|
40
|
10
|
1
|
0
|
10
|
|
S2
|
160
|
30
|
50
|
0
|
1
|
3,2
|
|
Z
|
0
|
-90
|
-120
|
0
|
0
|
0
|
Tabel 2: Tabel Dasar Iterasi
Langkah 4 : Iterasi
·
Iterasi ke-1
Ket. Variabel
yang masuk sebagai variabel basic adalah Y dan variabel keluar adalah S2
|
BV
|
CV
|
X
|
Y
|
S1
|
S2
|
Rasio
|
|
S1
|
68
|
34
|
0
|
1
|
-0,2
|
2
|
|
X
|
3,2
|
0,6
|
1
|
0
|
0,02
|
5,3
|
|
Z
|
384
|
-18
|
0
|
0
|
2,4
|
-21,33
|
Tabel 3: Iterasi ke-1
#Perhitungan
elemen baris Y (persamaan pivot baru) adalah perbandingan persamaan
pivot lama (elemen baris S2 pada tabel
2) dengan elemen pivot.
#Perhitungan
elemen S1 dan Z (persamaan baru) adalah persamaan lama (elemen S1
atau Z pada tabel 2) dikurang dengan
hasil kali dari kolom kunci tabel 2
dengan persamaan pivot baru. Contoh:
100 – (10 x 3,2) = 68
Catatan: jika
elemen Z masih mengandung nilai negatif maka harus dilakukan iterasi kembali
sampai tidak ada nilai negatif pada elemen Z.
·
Iterasi ke-2
|
BV
|
CV
|
X
|
Y
|
S1
|
S2
|
Rasio
|
|
S1
|
68
|
34
|
0
|
1
|
-0,2
|
2
|
|
X1
|
3,2
|
0,6
|
1
|
0
|
0,02
|
5,3
|
|
Z
|
384
|
-18
|
0
|
0
|
2,4
|
-21,33
|
Tabel 3: Iterasi ke-1
|
BV
|
CV
|
X1
|
Y
|
S1
|
S2
|
Rasio
|
|
Y
|
2
|
1
|
0
|
0,03
|
-0,006
|
|
|
X
|
2
|
0
|
1
|
-0,018
|
0,0236
|
|
|
Z
|
420
|
0
|
0
|
0,54
|
2,292
|
|
Tabel 4: Iterasi ke-2
7. Kesimpulan
Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa untuk di daerah palembang
dapat dibuat 2 stadion dan di daerah makassar dapat dibuat 2 stadion dalam
waktu pengerjaan 420 hari.
8. Daftar
Pustaka
Ardysatria.
2017. Apa yang dimaksud dengan metode
simpleks. Available. From URL: https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-metode-simpleks-simplex-method-di-dalam-riset-operasi/14529/2
(Diakses pada tanggal 10 april 2018).
Hakim, ML. 2010.
Makalah tentang stadion. Available. From URL: http://etheses.uin-malang.ac.id/1370/3/04560002_Bab_1.pdf
(Diakses pada tanggal 9 april 2018).
Nafisah, Nur.
2015. Pembangunan yang tidak merata di Indonesia.
Available. From URL: https://cookpierun.wordpress.com/2015/11/16/pembangunan-yang-tidak-merata-di-indonesia/
(Diakses pada tanggal 9 april 2018).
