NPM : 10316302
Kelas : 2TA06
"PENERAPAN GANJIL-GENAP DI DAERAH JAKARTA"
1. Latar Belakang
Kemacetan
merupakan salah satu masalah lalu lintas yang dihadapi oleh negara berkembang
seperti Indonesia dan biasa terjadi di daerah perkotaan yang padat. Kemacetan
sudah menjadi bagian dari ciri khas suatu kawasan pusat perkotaan tertentu
dikarenakan waktu terjadinya yang rutin terutama pada waktu-waktu puncak
seperti yang biasa dikenal dengan jam pergi kantor, jam pulang kantor, akhir
pekan dan hari libur.
Terjadinya
kemacetan adalah sebagai akibat dari ketidakseimbangan jaringan lalu lintas
yang ada, yaitu adanya penumpukan kendaraan yang menyebabkan kepadatan lalu
lintas pada suatu jaringan jalan tertentu menjadi tinggi sehingga arus lalu
lintas menjadi tersendat bahkan terhenti. Salah satu upaya untuk menyeimbangkan
jaringan lalu lintas supaya arus lalu lintas menjadi optimal yaitu dengan
melakukan rekayasa lalu lintas di titik terjadinya kemacetan.
Ada
banyak kerugian yang akan ditimbulkan bila terjadi kemacetan di jalan raya.
Salah satunya adalah bahan bakar yang harus terbuang sia-sia di jalan raya.
Kendaraan yang berjalan pelan akan menghabiskan banyak bahan bakar sia-sia.
Selain dengan adanya kerugian bahan bakar yang terbuang sia-sia juga akan ada
kerugian waktu. Waktu yang terbuang sia-sia di jalan raya akan menurunkan
tingkat produktifitas manusia, dan dampaknya akan mengganggu aktivitas ekonomi
yang ada dalam suatu negara.
Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui
apakah penerapan ganjil-genap sudah efektif dalam mengurai kemacetan di
Jakarta.
Batasan
masalah yang dibahas dalam penulisan makalah ini adalah:
1. Dalam pembahasan ini, wilayah yang di kaji
adalah Jalan Jenderal Sudirman (Jakarta).
2. Melihat apakah penerapan ganjil-genap efektif
untuk mengurai kemacetan atau tidak.
4. Landasan
Teori
Penelitian
ini dilakukan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman (Jakarta) yang diberlakukan
sistem ganjil-genap apakah efektif atau tidak. Penerapan ganjil-genap sendiri
merupakan sistem penerapan yang memberlakukan kendaraan dengan plat nomor
belakang ganjil beroperasi di tanggal ganjil, dan nomor genap beroperasi di
tanggal genap pada hari kerja. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan
dan Transportasi terus berupaya mengurai kemacetan yang terjadi di Jakarta.
Berbagai cara dilakukan, salah satunya dengan memberlakukan kebijakan 3 in 1 di
beberapa ruas jalan protokol di Jakarta. Namun seiring dengan perkembangannya,
kebijakan 3 in 1 sudah tidak relevan dengan kondisi di Ibukota. Berbagai dampak
negatif dari kebijakan ini mulai terlihat, khususnya dalam aspek sosial dan
ekonomi.
Untuk
menyiasati hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta menerapkan kebijakan baru
pengganti 3 in 1, yaitu pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan plat nomor
ganjil-genap.
5. Metode
Penelitian
A.
Linear Programming
Linear
programming (program linier) merupakan salah satu teknik penyelesaian riset
operasi dalam hal ini adalah khusus menyelesaikan masalah-masalah optimasi
(memaksimalkan atau meminimumkan) tetapi hanya terbatas pada masalah-masalah
yang dapat diubah menjadi fungsi linier. Demikian pula kendala-kendala yang ada
juga berbentuk linier. Secara khusus, persoalan program linier adalah suatu
persoalan untuk menentukan besarnya masing-masing nilai variable (variable
pengambilan keputusan) sedemikian rupa sehingga nilai fungsi tujuan atau
objektif (objective function) yang linier menjadi optimum (maksimum atau
minimum) dengan memperhatikan pembatasan-pembatasan (kendala-kendala) yang ada
yaitu pembatasan ini harus dinyatakan dengan ketidaksamaan yang linier (linear
inequalities).
Terdapat tiga
unsur utama yang membangun suatu program linear yaitu (Siswanto, 2007 : 26):
1.
Variabel keputusan
Variabel
keputusan adalah variabel yang mempengaruhi nilai tujuan yang hendak dicapai.
Pada proses pembentukan suatu model, menentukan variabel keputusan merupakan
langkah pertama sebelum menentukan fungsi tujuan dan fungsi kendala.
2.
Fungsi tujuan
Fungsi tujuan
pada model pemrograman linear haruslah berbentuk linear. Selanjutnya, fungsi
tujuan tersebut dimaksimalkan atau diminimalkan terhadap fungsi-fungsi kendala
yang ada.
3. Fungsi kendala
Fungsi kendala
adalah suatu kendala yang dapat dikatakan sebagai suatu pembatas terhadap
variabel-variabel keputusan yang dibuat. Fungsi kendala untuk model pemrograman
linear juga harus berupa fungsi linear.
4. Fungsi non-negative
Fungsi yang
menyatakan bahwa setiap variabel yang terdapat di dalam model pemrograman
linear tidak boleh negatif.
6. Pembahasan/
Analisis
Kemacetan
yang tidak dapat dihindari di Ibukota, membuat pemerintah melakukan rekayasa
lalu lintas dengan memberlakukan sistem ganjil-genap yang awalnya menerapkan
sistem 3 in 1 yang dianggap pemerintah kurang efektif mengurai kemacetan di
Ibukota. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol
Moechgiyarto menuturkan, penerapan sistem ganjil genap sangat efektif diterapkan.
Dibanding dengan 3 in 1, apabila kendaraan menggunakan kaca film tebal pihak
kepolisian tidak dapat memantau jumlah penumpang yang terdapat di dalam mobil.
Penerapan sistem 3 in 1 pun dapat berdampak negatif dari segi sosial dan
ekonomi, karena banyak pihak-pihak yang justru memanfaatkan nya sebagai mata
pencarian yang malah siapapun bisa melewati 3 in 1 walaupun penumpang hanya
terdiri dari 2 penumpang saja.
Dengan
banyaknya kendaraan yang melewati jalan Sudirman selebar 12 m2
dengan ruas jalan 3 lajur, kemacetan masih tetap terjadi di daerah tersebut.
Berlaku nya penerapan sistem ganjil-genap, kemacetan di jalur Sudirman berhasil
berkurang sampai 20 persen. Dari Data Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang
didapat jumlah kendaraan yang melintas adalah sekitar 17.400, padahal biasanya
jumlah kendaraan pribadi bisa mencapai 22.000. Apabila banyaknya pengguna
kendaraan pribadi beralih ke kendaraan umum, sistem penerapan ganjil-genap akan
lebih efektif lagi di terapkan karna sangat mengurangi tingkat kemacetan sampai
40 persen.
7. Kesimpulan
Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan, maka disimpulkan bahwa penerapan ganjil-genap
sangat efektif diterapkan karena berhasil mengurangi kemacetan hingga 20
persen. Padahal sebelumnya jumlah kendaraan yang biasa melintas sebanyak 22.000
perhari, menjadi sebanyak 17.400 perhari akibat adanya penerapan sistem
ganjil-genap.
8. Daftar
Pustaka
JSC. 2016. Penerapan Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta.
Availabel. From URL: http://smartcity.jakarta.go.id/blog/84/penerapan-kebijakan-ganjil-genap-di-jakarta
(Diakses pada tanggal 20 maret 2018).
Martin Pratama, Akhdi.
2016. Kapolda Metro Nilai Ganjil Genap
Efektif Kurangi Kemacetan di Jakarta. Available.
From URL: https://megapolitan.kompas.com/read/2016/08/03/19030461/kapolda.metro.nilai.ganjil.genap.efektif.kurangi.kemacetan.di.jakarta
(Diakses pada tanggal 20 maret 2018).
Nirmala, Ronna.
2016. Uji Coba Ganjil Genap Kendaraan
Berkurang Macet Tetap Ada. From URL: https://beritagar.id/artikel/berita/uji-coba-ganjil-genap-kendaraan-berkurang-macet-tetap-ada
(Diakses pada tanggal 20 maret 2018).
Pendidikanku. 2015. Pengertian Riset Operasi dan Definisi. Available. From URL: https://www.pendidikanku.org/2015/07/pengertian-riset-operasi-dan-definisi.html
(Diakses pada tanggal 19 maret 2018).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar